Genjot Ketahanan Pangan, Pemerintah Resmikan Lima Infrastruktur Pengairan Baru
By Admin

Presiden Prabowo Resmikan Bendungan
nusakini.com, Lombok Barat — Pemerintah pusat secara resmi membuka operasional lima bendungan baru guna memperkuat sektor agraris dan mengantisipasi dampak perubahan iklim global. Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak volume panen padi di berbagai wilayah sentra pertanian.
Peresmian sarana pengairan tersebut dipusatkan di kawasan Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyatakan bahwa keberadaan infrastruktur air ini menjadi fondasi krusial bagi terwujudnya kemandirian pangan yang berkelanjutan di tanah air.
Berdasarkan kalkulasi dari kementerian terkait, optimalisasi kelima bendungan yang dipadukan dengan implementasi sistem tanam mutakhir serta benih berkualitas tinggi diproyeksikan mampu memberikan tambahan pasokan beras nasional hingga 1 juta ton per tahun.
"Pastikan air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara," ujar Presiden dalam pidatonya, Jumat (10/7/2026).
Pemerintah juga menyoroti efisiensi anggaran negara, termasuk dari sektor energi, yang dinilai dapat dialokasikan kembali untuk pembangunan sarana pengairan serupa di masa mendatang. Otoritas mencatat sejumlah indikator positif dalam satu setengah tahun terakhir, seperti penyesuaian harga pupuk, capaian surplus pada komoditas beras dan jagung pakan, hingga perluasan pasar ekspor. Keberhasilan tersebut diakui tidak lepas dari sinergi lintas institusi, termasuk dukungan dari unsur TNI dan Polri di lapangan.
Di lokasi terpisah pada hari yang sama, pihak Kementerian Pertanian juga memperkenalkan sistem Advanced Agricultural System di Kabupaten Lombok Tengah. Metode ini mengintegrasikan mekanisasi presisi dan benih unggul guna meningkatkan efisiensi kerja sekaligus pendapatan para petani. Salah satu infrastruktur yang diresmikan, Bendungan Meninting, memiliki area genangan seluas 46 hektare dan ditargetkan mampu menaikkan indeks pertanaman di wilayah NTB hingga mencapai angka 300 persen. (*)